Senin, 07 November 2016

Bagaimana Etika Makan Khas Barat?

Salah satu gambar restaurant barat
Sumber: https://www.omnihotels.com

       Halo sahabat blogger! kali ini aku bakal bahas mengenai "Etika Makan Barat" maksudnya yaitu etika makan berbudaya barat, karena etika makan itu banyak sekali. Ada etika makan Budaya Timur, Budaya Barat, Budaya Asia. Etika makan sebenarnya sudah diterapkan di rumah dari sejak dulu, misalnya pada saat makan tidak boleh berisik, berdoa terlebih dahulu, dls. Tapi sebenarnya kenapa etika makan itu penting sekali? Padahal hanya sekedar makan? Yuk simak penjelasan berikut.
Table Manners Class
Sumber: Dokumen pribadi




      Berdasarkan Table Manners Class yang admin lakukan kemarin di Hotel Santika BSD, etika itu sangat penting sekali termasuk dalam soal makan. Hal itu karena setiap daerah itu mempunyai ciri khas dan aturan/etika masing-masing yang berbeda, sehingga kita harus menyesuaikan diri dengan etika makan di daerah terebut. Etika Makan itu banyak sekali, contohnya Etika Makan Asia. Etika Makan Asia, umumnya menggunakan tangan. Nah, bagaimana dengan etika makan Barat?

       Pada saat makan, terutama bertemu dengan orang penting seperti pejabat dan petinggi lainnya, biasanya makan di sebuah restoran barat yang menyajikan hidangan seperti di atas. Pada saat makan, kita harus terlihat elegan dan berkarisma, sehingga ada tata cara dan etika makannya sendiri. Misalnya pada saat makan, kita harus duduk tegap tidak boeh membungkuk, tidak boleh menaruh tangan di meja, harus menaruh napkin di paha untuk berjaga-jaga dari makanan yang jatuh ke pakaian supaya tidak kotor, tidak boleh mengunyah dengan bersuara, dsb. Dalam Etika Makan Barat terdapat beberapa makanan yang dihidangkan, yaitu sebagai berikut:

Hidangan Makanan khas Barat

1. Bread (Roti), contohnya Soft Roll with Butter 
2. Appetizer (Hidangan Pembuka), contohnya Bruscheta Romana
3. Soup (sup), contohnya Tomato Cream Soup
4. Main Course (Hidangan Utama), contohnya Chicken Cordon Bleu
5. Dessert (Hidangan Pembuka), contohnya Tiramisu Cake

Bread

        Roti dihidangkan dengan side plate (piring tempat menghidangkan roti) dan butter knife. Cara makannya adalah pertama-tama buka terlebih dahulu menteganya. Kemudian, ambil secuil roti lalu oleskan mentega pada roti menggunakan butter knife.

Soup: Tomato cream soup

     Tomato cream soup dihidangkan dengan roti. Roti tersebut dapat dicelupkan atau dapat dimakan terpisah sendiri. Untuk makan sup tersebut digunakan spoon soup. Ketika makan sup, posisi sendok saat mengambil sup adalah dari dalam keluar, dan sendok yang datang ke mulut kita bukan mulut yang mendatangi sendok.

Main Course: Chicken Cordon Bleu
      Hidangan utama biasanya berisi makanan yang mengandung tinggi karbohidrat, seperti daging sapi, ayam, ikan, sate, dls. Oleh karena itu, pada saat makan main course atau hidangan utama menggunakan garpu untuk menusuk makanan dan pisau untuk memotong makanan. Cara makannya adalah, jadi pertama-tama potong terlebih dahulu daging menjadi bagian kecil, kemudian tusuk dengan garpu lalu makan. Pada saat makan, jangan lupa kita harus tetap elegan yaa..




Dessert: Tiramisu Cake

         Hidangan penutup atau dessert biasanya disajikan makanan yang manis-manis sebagai penutup. Hidangan penutup juga berfungsi untuk menghilangkan rasa dan aroma kuat dari hidangan utama (misalnya aroma daging, ikan). Untuk makan hidangan penutup ini, digunakan dessert spoon dan dessert fork. Dessert fork digunakan untuk menusuk dan membelah makanan, sedangkan dessert spoon digunakan untuk makan. Ngomong-ngomong, tiramisu cake nya enak lho :D

         Sekian penjelasan mengenai Table Manners Etika Makan khas Barat, semoga membantu ya redears!!!!!! Jadi, ketika kalian ke restauran barat sekarang udah tau dong harusnya etika cara makannya gimana >,<... See you next blog!


Rabu, 05 Oktober 2016

Segudang Cerita "Karedok", Makanan Khas Sunda

       Selamat sore readers! Kali ini admin mau bahas asal usul sejarah makanan karedok. Eits, jangan ketuker sama pecel, lotek, gado-gado, atau ketoprak ya. Karedok itu makanan khas daerah sunda yang isinya terdiri dari berbagai macam sayuran, mirip sama pecel tapi beda. Sebenarnya, bumbu karedok sama lotek dan pecel itu mirip, namun sayuran yang digunakan dalam karedok itu mentah. Ada bermacam-macam jenis karedok, ada karedok sayuran (biasa), karedok leunca, dan karedok kacang panjang. Tapi, umumnya karedok yang orang kenal adalah karedok sayuran. Kalau saya biasanya bumbunya dibuat pedas, mantep banget lho readers kalo makannya siang-siang biar "jangar" hilang. Cobain deh, seriusan mantep banget!. Nih admin kasih gambar karedok khas sunda buat para readers yang belum tahu. 


Hasil gambar untuk karedok sunda
Karedok khas Sunda
Sumber: www.resepharian.com

     Karedok merupakan makanan khas Sunda. Namun, ternyata karedok juga merupakan nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Menurut Immanudin (2015), nama Desa Karedok berawal dari sebuah perkampungan yang terletak di seberang Sungai Cimanuk. Singkat cerita, terjadi suatu  musibah longsor di daerah sawah lamping, sehingga penduduk kampung harus berpindah tempat ke daerah lain. Konon, penduduk tersebut pindah ke sebuah daerah yang bernama Kampung Rancaekong atau Babakan Dobol.

        Alkisah, Sumedang dipimpin oleh seorang bupati yang bernama Aria Soera Atmadja yang senang menangkap ikan di sungai menggunakan jala (istilah sundanya: ngalintar). Pada suatu hari, ia ngalintar di sebuah sungai yang bernama Leuwi Kiara yang merupakan aliran Sungai Cimanuk. Suatu ketika, ia merasa lelah lalu beristirahat di sebuah Kampung Dobol. Mayarakat yang mengetahui bahwa ada bupati yang beristirahat, dengan segala hormat segera menyuguhkan hidangan berupa karedok terong sebagai lauk untuk nasi. Ternyata, ketika bupati tersebut mencicipi karedok, ia merasakan kenikmatan yang luas biasa. Kemudian, bupati tersebut membicarakannya kepada sesepuh Sumedang. Setelah mendengar hal tersebut, sesepuh Sumedang kemudian mengajak rekan-rekannya ngalintar ke Leuwi Kiara. Ketika sesepuh Sumedang dan rekannya beristirahaat, mereka juga dijamu dengan jamuan yang sama disuguhkan ke bapak Bupati. Karena nikmatnya makanan karedok tersebut, akhirnya mulai saat itulah Kampung Dobol berubah namanya menjadi Kampung Karedok dan sebagai Desa Karedok hingga saat ini. 


Referensi:

Imanuddin, A. M. 2016. Desa Karedok. Diakses dari http://sumedangtandang.com/direktori/detail/desa-karedok.htm pada tanggal 4 Oktober 2016.